TASIKMALAYA – Dalam rangka memperkuat perencanaan pembangunan daerah di bidang pangan dan gizi, telah dilaksanakan Rapat Pembahasan Laporan Antara Kajian Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Sumber Daya Lokal pada Kamis, 5 November 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa substansi kajian yang disusun telah selaras dengan kondisi aktual, permasalahan, potensi, serta arah kebijakan pembangunan daerah. Pembahasan ini menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan dokumen kajian agar dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat sasaran, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta perwakilan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor, khususnya dalam mengidentifikasi berbagai isu strategis terkait ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, serta pemanfaatan potensi sumber daya pangan lokal.

Melalui forum pembahasan ini, berbagai masukan, saran, dan rekomendasi dari peserta rapat menjadi bahan penting dalam penyempurnaan laporan kajian. Dengan demikian, Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi diharapkan tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi pedoman strategis dalam mendorong pembangunan pangan dan gizi yang berkelanjutan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, dan fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan serta peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya lokal.

